belajar usaha, materi smk, game

membuat sel surya sendiri

ENERGI SURYA
Energi dari matahari tiba dibumi adalah dalam bentuk radiasi elektromagnetik yang mirip dengan gelombang radio tetapi mempunyai kisaran frekwensi yang berbeda. Energi dari matahari tersebut dikenal di Indonesia sebagai energi surya. Energi surya diukur dengan satuan energi per waktu per luas area atau dapat ditulis Watt/m2 dan dikatakan sebagai pancaran (irradiance) (NRC, 2005). Rata-rata nilai dari pancaran surya (solar irradiance) diluar atmosfir bumi adalah 1353 W/m2 (Barlow, R. et all, 1993) dan angka tersebut setara dengan daya alat pengering rambut (hair dryer) untuk setiap meter persegi (NRC, 2005). Tetapi karena melalui atmosfir, banyak energi yang terserap oleh molekul-molekul debu, molekul-molekul uap air dsb. Maka total energi yang sampai pada permukaan horisontal dibumi maksimum sekitar 1000 W/m2 dan nilai tersebut disebut sebagai pamcaran global (global irradiance). Global irradiance terdiri dari dua komponen, yaitu : radiasi yang langsung memancar dari matahari dan radiasi hamburan (diffuse radiation) dari angkasa. Global radiasi bervariasi karena beberapa faktor, antara lain : perubahan sudut penyinaran surya, panjang lintasasn sinar yang dilalui diatmosfir, pergantian musim dan posisi garis lintang. Energi surya yang diterima dalam satu hari (solar insolation atau solar irradiatin) dapat bervariasi mulai dari 0.55 kWh/m2 (2 MJ/m2) pada daerah dingin sampai 5.55 kWh/m2 (20 MJ/m2) pada daerah tropis (Kenna, J. and Bill Gillet, 1985). Pada cuaca cerah, energi hamburan sinar matahari mungkin hanya 15 – 20 % dari global irradiance, sebaliknya pada hari cuaca berawan akan mencapai 100 %. Energi surya memiliki densitas yang tipis sehingga memerlukan areal yang luas untuk mengumpulkannya. Ada banyak cara pemanfaatan energi surya secara efektif. Aplikasi dari penggunaan energi surya dapat dikelompokkan ke dalam ada tiga kategori yang utama: pemanasan/pendinginan, menghasilkan listrik, dan proses kimia. Aplikasi yang umum dan populer adalah untuk memanaskan air dan ruangan. Secara garis besar, pemanfaatan energi surya dibagi menjadi dua metode, yaitu : (1) pemanfaatan langsung panas radiasi matahari dan (2) pembangkit daya listrik melalui sel photovoltaic.


Pemanfaatan langsung panas radiasi matahari

Kolektor panas matahari secara umum digunakan untuk memanaskan air. Biasanya diterapkan pada atap-atap rumah (dengan posisi datar) untuk menghasilkan air panas sebagai keperluan domestik. Tipe tabung ruang hampa (vacuum tube type) dan tipe reflektor lengkung (curved reflector type) adalah banyak tersedia dipasaran untuk menghasilkan uap bertemperatur tinggi untuk pembangkit daya. Larutan Lithium Bromide (LiBr) biasanya digunakan sebagai komponen penyerap energi surya pada peralatan pemanas air. Penyerap debu yang padat seperti Zeolit dapat juga digunakan sebagai penyimpan energi surya dengan memanfaatkan perbedaan di temperatur antara siang malam.

Pembangkit daya photovoltaic

Pembangkit daya listrik dengan menggunakan photovoltaic pada awalnya dikembangkan untuk menyediakan listrik peralatan-peralatan didaerah terpencil seperti halnya pada kendaraan ruang angkasa. Dalam kaitan dengan sifat bersihnya yang menguntungkan bagi lingkungan, aplikasi dan produksi dari sel surya terus dikembangkan dari tahun ketahun. Photovoltaic merupakan sebuah perlengkapan semikonduktor yang memiliki permukaan yang luas dan terdiri dari rangkaian dioda tipe p dan n, yang mampu merubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Pengertian photovoltaic sendiri merupakan proses merubah cahaya menjadi energi listrik.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori teknologi dengan judul membuat sel surya sendiri. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://saapii.blogspot.com/2013/11/membuat-sel-surya-sendiri.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: syaiful ridlo - Wednesday, 27 November 2013

Belum ada komentar untuk "membuat sel surya sendiri"

Post a Comment