belajar usaha, materi smk, game

macam tanaman hidroponik

Tanah yang dulu sangat dominan digunakan sebagai media tanam kini tergantikan oleh air. Konsep ini meyakini bahwa air dan dibantu dengan media tanam lain dapat mempercepat dan mempermudah tanaman menyerap asupan. Penyerapan asupan melalui Hidropponik dipercaya lebih baik dibandingkan dengan pendekatan pertanian umumnya yang memaksimalkan fungsi tanah sebagai media tanam. Akar tumbuhan pada prinsipnya akan bekerja lebih keras untuk menemukan sumber asupan yang dibutuhkan.
Hidroponik mendekatkan zat-zat penting bagi tanaman melalui air. Media tanam yang yang digunakan —selain air– adalah media tanam yang mudah dialiri atau digenangi oleh air. Karena itu, beberapa media tanam dapat digunakan seperti Ijuk, sabut kelapa, pasir, arang, bebatuan kerikil dan serbuk kayu. Bahan-bahan tersebut dapat ditemukan dengan mudah di pekarangan.

Jenis Hidroponik

Jenis Hidropponik tidaklah tunggal. Tak kurang dari 5 macam hidroponik yang digunakan dalam pertanian modern. Jenis ini ditentukan berdasarkan cara pnempetan media tanam dan air. Berikut ini adalah rincian jenis hidroponik:

Hidroponik dengan Wick System 

jenis Hidroponik Wick
jenis Hidroponik Wick. Air dialirkan melalui sumbu.
Wick System pada pertanian hidroponik disebut sebagai bentuk yang paling pasif dan sederhana.  Model penanaman pada jenis ini mengandaikan tidak adanya elemen yang bergerak secara dinamis dan cepat untuk mensuplai nustrisi kepada tanaman. Ilustrasi sumbu kompor akan membantu memahami model ini. Air yang berisi nutrisi akan dinaikkan ke bagian media tanam dengan menggunakan sumbu atau media lain yang dapat mengalirkan air. Air akan resap ke dalam media tanam yang disediakan dan diletakkan di bagian atas penampungan air.

Hidroponik dengan Sistem NFT (Nutrient Film Technique

Jenis Hidropolik NFT
Pemompaan air dilakukan untuk mengaliri akar tanaman secara terus menerus.
Jenis NFT paling dikenal dalam sistem tanaman hidroponik. Uniknya, sistem ini tidak menggunakan media tanam apa pun. Nutrisi diperoleh langsung dari air. Akar tanaman langsung bersentuhan dengan air tanpa campuran media tanam lainnya. Struktur tempat penanaman terdiri dari bak penampungan air lalu tempayan penanaman. Tempayan penanaman air akan diletakkan miring agar air dapat kembali mengalir ke dalam bak. Sistem ini membutuhkan pemompaan air dari bak penampungan menuju ke bagian atas tempayan tanaman secara terus menerus. Air akan dicampuri dengan sumber nutrisi tanaman.

Hidroponik dengan Sistem Kultur Air (water culture system)

Tanaman Hidroponik
Tanaman Hidroponik akan mengapung di air dengan pot yang berbahan mudah mengapung.
Sistem kultur air menempatkan tempayan tanaman sebagai alat yang mengapung dalam tanaman. Tempayan (pot) tanaman akan dibuat dari jenis yang mudah mengapung, seperti Styrofoam. Pot tersebut akan mengambang di permukaan air nutrisi. Motode ini turut dibantu dengan adanya sistem atau mesin untuk menciptakan gelembung udara. Gelembung udara ini akan memerkaya asupan oksigen bagi tanaman.

Hidroponik dengan Sistem EBB dan Water Flow System 

Tanaman Hidroponik
Mesin akan mengairi pot secara berkala dan teratur.
Metode ini dikenal dengan sistem pengairan sementara. Sistem ini akan menggunakan alat khusus yang diatur secara ketat berdasarkan waktu. Pada periode tertentu, mesin akan mengairi pot media tanam. Pada periode tertentu pula air akan berkurang atau mengering. Pengaturan ketat mesin pengairan dan mesin waktu menjadi penentu sistem tanaman hidroponik ini.

Hidroponik dengan Sistem Penetesan Air (Drip System)

Tanaman Hidroponik
Air diteteskan secara berkala.
Sistem ini sedikit berbeda dengan sistem NFT. Pengairan yang dilakukan melalui cara NFT akan dilakukan secara massif dan berkala. Sementara, sistem penetesan hanya akan memberikan air dalam bentuk tetesan yang berkala. Terdapat mesin yang mengambil air dari tanki air nutrisi dan meneteskannya ke masing-masing media tanam dalam pot.

Hidroponik dengan Sistem Aeroponik 

Jenis Hidroponik
Uap air nutrisi disemprotkan ke akar tanaman.
Metode ini dinilai sebagai metode paling canggih dalam pendekatan cocok tanam hidroponik. Sistem ini dikenal dapat memberikan hasil lebih cepat dibandingkan dengan kelima cara lainnya. Tantangan pada sistem ini adalah kecanggihan alat.
Kelima sistem sebelumnya mengandaikan adanya aliran air. Sistem Aeroponik langsung menyemprotkan air nutrisi ke akar tanaman. Air yang disemprotkan dalam bentuk yang halus atau cenderung seperti uap air. Dengan cara ini, akar tanaman akan lebih mudah memperoleh nutrisi sekaligus oksigen yang dibutuhkan untuk perkembangannya.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori usaha dengan judul macam tanaman hidroponik. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://saapii.blogspot.com/2015/05/macam-tanaman-hidroponik.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: syaiful ridlo - Friday, 29 May 2015

Belum ada komentar untuk "macam tanaman hidroponik"

Post a Comment